VERSI YANG TERSISA

Percayalah, aku masih bercakap dengan dirimu yang dulu,

kali ini kau menjelma catatan tipis di sudut buku harianku.

Kau tersembunyi di antara daftar belanja minggu lalu

serta goresan nama kita pada halaman yang nyaris copot.


Kau hadir sebagai tanya yang selalu kutunda,

senyummu bertahan di atas kertas lusuh itu.


Kita pernah berbagi hal yang kurasa tak lagi rahasia:

suara ibu dan bapaku yang saling meninggikan nada,

gelisahmu memikirkan jika aku tanpamu,

lagu yang selalu terhenti di bagian yang paling pedih,

juga kota yang tak pernah kita petakan.


Versimu kali ini sungguh sabar menanggung rinduku,

tak mengeluh meski cerita ini berulang.


Namun tiap halaman terbuka,

semakin banyak kata yang hilang

Namamu sulit kurapal,

serupa kosakata yang terlupa.

Wajahmu yang terbuat dari tulisan pun perlahan kabur.


Malam ini kubiarkan buku terbuka.

Angin membalik halamannya pelan,

dan aku tak lagi memegangnya—

hanya menyaksikan tinta-tinta itu

melebur jadi kabut,

lalu versi palsumu terbang pulang

ke asal yang sunyi: ketiadaan.




Ditulis oleh ; L
Desember 9, 2025

Komentar

Postingan Populer