SISA
Aku kehilangan tempat
Kau kehilangan arah
Kita berdiri di tengah ruang yang tak lagi sama.
Langit memunggungi, tak memberi tanda,
hanya kabut yang menebal, mengaburkan jalan.
Langkahku berat, seperti tenggelam di tanah basah.
Langkahmu gamang, seperti tak yakin apa yang dikejar.
Kita saling diam,
dalam hening yang penuh suara kehilangan.
Waktu berlalu, tapi tak membawa jawab.
Hanya serpihan kenangan yang tertinggal,
berputar di kepala, menyayat pelan.
Mungkin bukan tentang menemukan lagi.
Mungkin ini tentang merangkai ulang sesuatu yang baru
dari apa yang tersisa.
Ditulis oleh : L
Januari 25, 2025
Komentar
Posting Komentar