OKTOBER LEPAS
Jariku sibuk mengetik kalimat MeLEpASkaN,
hingga huruf-hurufnya tak karuan jatuh berserakan
seperti hujan yang kau harapkan dibulan november
kemarau menguasai juli-agustus-september
teriknya hingga 34 derajat celcius,
sesekali hujan turun menimpa,
tapi tak sanggup menuju kita yang paling beku
Dengan nada riang kau bertanya:
apakah november akan menangis?
Sudah tentu jawabku tak tau.
Sebab ramalan cuaca tak selalu jujur
Pastinya;
Kau rindu diguyur hujan,
dirundung flu, dipeluk demam,digaruk batuk.
Oh,aku teringat bubur ikan Ahian di jalan WR. Supratman
tak mungkin bisa kau lupakan begitu saja,
kukira itu cukup membuat kita merasa saling memiliki kembali.
Hari-hari dirajut rindu dan waswas,
waktu kian menipis.
Aku lunglai oleh jam
yang terus berdetak tanpa sentuh.
Oktober, apa kau masih mendengar?
Barangkali aku telah siap untuk dilepaskan.
Ditulis oleh : L
Oktober 31, 2025
Komentar
Posting Komentar