Harap sebelum tidur
Sebelum tidur dan menelanjangi isi kepala
dari segala hal yang gagal kujelaskan,
aku ingin menjadi
lebih baik
dari 19 menit yang lalu.
Layaknya orang naif lainnya,
aku merapal permohonan berupa
harap-harap
yang kulepasliarkan ke tengah dingin hutan,
dengan keyakinan
akan dibalas 30 menit kemudian
melalui alasan yang paling masuk akal.
Tetapi tak apa bila menjadi tak pernah cukup.
Sebab hidup
tak pernah sekadar mendorong.
Ia menggiling,
mengikis,
bahkan sesekali menikam.
Semoga,
hal-hal berbau kesabaran itu
datang melalu menit-menit yang akan
membuatku menjadi lebih baik.
Semoga harap-harap itu tersemogakan.


Komentar
Posting Komentar